Tampilkan postingan dengan label Artikel Bela Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bela Diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2008

Beladiri untuk Mencari Keselamatan



Beladiri untuk Mencari Keselamatan


Tingkat kejahatan yang terjadi belakangan ini sudah makin tinggi, baik itu dilakukan oleh satu orang atau lebih, di tempat sepi atau ramai, dengan tangan kosong atau senjata. Ilmu beladiri yang sudah dilatih terasa belum cukup untuk menghadapi berbagai kejahatan yang ada. Karena itu meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan kehidupan perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Seseorang yang telah berlatih beladiri mempunyai rasa percaya diri dan keberanian lebih tinggi dibanding dengan orang yang belum belajar beladiri sama sekali. Semakin sering berlatih atau semakin tinggi tingkatan beladiri akan semakin bertambah pula rasa percaya diri seseorang. Hal demikian adalah wajar karena ketika belajar beladiri selain belajar teknik-teknik serangan atau tangkisan, juga dilatih cara menghadapi lawan. Memang semuanya itu akan kembali kepada para pelaku beladiri masing-masing dan juga bergantung pada waktu, tempat, situasi, dan kondisinya.

Menghadapi lawan pada saat latihan atau dalam pertandingan mempunyai nuansa yang berbeda dan mempengaruhi percaya diri dan keberanian seseorang. Apalagi kalau ada suatu kejadian yang sebenarnya, seseorang harus berkelahi atau membela dirinya di luar arena latihan atau pertandingan akan timbul rasa stress, takut atau hilang percaya diri. Bagaimana kejadiannya kalau menghadapi lawan lebih dari satu orang atau lawan membawa senjata tajam ? Suatu jawaban tepat adalah seseorang harus membela dirinya agar selamat dan terhindar dari perkelahian yang dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

Ada suatu nasihat beladiri yaitu “Beladiri yang paling baik adalah mencari keselamatan”. Mungkin kalau diartikan secara mendalam akan mempunyai makna seperti ini beladiri jangan sampai mencelakakan orang, baik itu diri kita sendiri maupun lawan kita. Nasihat ini sangat baik sekali karena apabila diri kita sudah terlibat pada suatu perkelahian bukan tidak mungkin kita atau lawan kita akan mengalami luka, memar bahkan patah, meskipun masing-masing bertujuan untuk membela diri dan mempertahankan kehormatannya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mungkin mengetahui yang akan terjadi pada diri kita. Kebaikan atau keburukan dapat saja menimpa diri kita. Dan apa yang telah kita lakukan belum tentu sesuai dengan keinginan orang lain. Karena itu kita harus berhati-hati dan waspada selalu, dimana saja dan kapan saja.

Proses beladiri untuk mencari keselamatan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu pencegahan, ancaman, dan perkelahian.




Pencegahan

Bertujuan untuk mencegah hal-hal yang dapat mengancam diri kita terlibat pada suatu perkelahian.

Ø Hindari tempat-tempat yang rawan

Tempat gelap, sepi, tertutup atau daerah-daerah yang tidak dipahami bisa dikategorikan tempat-tempat yang harus dihindari, kalaupun harus melewati tempat tersebut sebaiknya diantar atau ditemani oleh seseorang yang sudah kita kenal atau petugas keamanan.

Ø Jangan berjalan seorang diri

Terutama pada orang yang kurang percaya diri, penakut, wanita, atau anak-anak. Umumnya yang banyak menjadi sasaran adalah wanita dan anak-anak.

Ø Jangan memperlihatkan kemewahan

Jangan memancing orang untuk dapat berbuat kejahatan karena melihat perhiasan atau perlengkapan yang berlebihan, misalnya memakai kalung, gelang, jam tangan atau bahkan handphone yang diletakkan di pinggang dan terlihat oleh orang lain.

Ø Berbicaralah selalu dengan sopan

Hindari kata-kata yang dapat membuat orang lain menjadi tersinggung. Harus dapat mengontrol kata-kata yang kita ucapkan dan juga harus diperhatikan kepada siapa kita sedang berbicara. Terhadap orang yang sudah dikenal kita harus berbicara dengan sopan apalagi terhadap orang yang baru dikenal atau tidak kita kenal sama sekali.

Ø Jangan bertingkah laku berlebihan

Sombong, jahil, centil, atau perbuatan lainnya yang memang tidak patut dilakukan. Berbuatlah yang sewajarnya sesuai dengan kemampuan dan tata tertib yang berlaku di lingkungannya.

Ø Perbanyaklah kawan

Seperti dalam nasihat “Musuh satu terasa banyak, kawan 1000 terasa kurang”. Memang benar, kalau kita mempunyai banyak kawan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kita akan merasa tenang, akan tetapi jika kita mempunyai musuh, kita akan merasakan kehidupan menjadi sempit dan menjadi tidak tenang. Carilah dan perbanyaklah kawan dan tentunya adalah kawan yang baik.

Ø Gunakan pakaian yang sopan

Pakaian yang berlebihan dan berkesan mewah atau pakaian yang sexy jika digunakan bukan pada tempatnya akan memancing orang lain untuk berbuat jahat. Pakaian yang merangsang yang sering dipakai wanita pada keramaian akan menimbulkan tindak kejahatan pemerkosaan.


Ancaman

Apabila ancaman telah terjadi pada diri kita, berbuatlah dan berusahalah agar tetap menjaga agar jangan sampai terjadi bentrokan fisik.

Ø Beralasan dengan berdalih sesuatu

Berusahalah agar untuk mempengaruhi lawan dengan keterangan atau alasan yang diucapkan dengan percaya diri. Seperti apabila seseorang akan diperkosa, katakanlah “Saya lagi datang bulan”. Atau jika terjadi penodongan jelaskanlah “Saya tidak berjalan sendirian” , “Ini bukan perhiasan asli”, “Saya tidak mempunyai apa-apa”. Semuanya ini bertujuan untuk menggugah perasaan dan juga untuk mengacaukan konsentrasi lawan. Perlu diperhitungkan juga langkah yang harus kita lakukan selanjutnya.

Ø Berteriak untuk minta pertolongan

“Tolong….Tolong…!”, teriakan ini akan membuat lawan menjadi kaget dan mengundang orang untuk menuju ke tempat asal teriakan tersebut. Harus diwaspadai karena teriakan ini dapat membuat lawan menjadi lebih bermata gelap dan akan berbuat nekat.

Ø Berteriak untuk mengalihkan perhatian

Teriak sambil menunjuk “Awas api, kebakaran !” atau “Polisi !”, kejutan ini membuat lawan menjadi panik dan ikut melihat ke arah tempat yang kita tunjuk. Konsentrasi dan perhatian lawan menjadi kacau sehingga ancaman menjadi mengendur. Segeralah bertindak cepat untuk menyelamatkan diri.

Ø Berlari

Berlari secepat-cepatnya untuk mencari perlindungan.

Ø Mencari perlindungan pada orang yang dikenal atau petugas keamanan

Apabila kita sedang diikuti oleh seseorang yang menurut kita bukan orang baik-baik maka segeralah untuk mencari perlindungan dengan cara menemui petugas keamanan, orang yang menurut kita baik atau orang yang memang sudah kita kenal.

Ø Mencari/membawa ke tempat yang lebih ramai
Umumnya tempat yang sepi lebih berbahaya dibanding dengan tempat yang lebih ramai. Untuk itu apabila kita merasa ada orang yang ingin berbuat jahat segeralah kita menuju tempat yang lebih ramai dan aman. Meskipun demikian kita harus tetap berhati-hati dan waspada karena ada juga orang yang ingin berbuat jahat di tempat yang ramai.


Perkelahian

Perkelahian tidak dapat dihindarkan lagi, hadapilah lawan dengan tetap memperhatikan kewaspadaan, ketenangan, dan percaya diri.

Ø Jangan memberi kesempatan lawan untuk menyerang

Gerakan cepat, tepat, dan kuat untuk melumpuhkan lawan harus kita lakukan terlebih dahulu, sebelum lawan menyerang lebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membuat lawan terkejut, dan apabila serangan kita tepat sasaran akan membuat lawan menjadi lemah. Namun perlu diantisipasi kalau lawan dapat mengelak/menghindar atau serangan kita ternyata tidak tepat sasaran.

Ø Seranglah daerah/titik rawan lawan

Titik rawan merupakan cara untuk melumpuhkan lawan yang cukup efektif, seperti menendang kemaluan, menendang tulang kering, menginjak kaki, menyerang bagian tenggorokan.

Ø Gunakan peralatan yang dibawa

Tas, tongkat, payung, ikat pinggang, atau peralatan lainnya yang sedang kita bawa dapat dijadikan senjata untuk menyerang atau tameng untuk menahan serangan.

Melihat banyaknya kejahatan yang timbul akhir-akhir ini, bukan tidak mungkin segala bentuk usaha menjadi tidak berguna. Tindak kejahatan dengan senjata dan dilakukan oleh lebih dari satu orang sudah menjadi ciri kejahatan masa kini. Dengan belajar beladiri setidak-tidaknya kita sudah mengetahui teknik untuk menyerang dan menahan serangan serta melatih untuk menjadi lebih berani dan meningkatkan percaya diri. Karena itu diperlukan kesiapan mental, fisik yang akan membuat lebih percaya diri. Namun demikian kita tetap harus pasrah kepada yang Maha Kuasa, walaupun sudah berusaha tapi ternyata masih gagal untuk membela diri janganlah merasa kecewa karena semuanya itu sudah ada yang mengatur dan merupakan takdir Tuhan.

Senin, 17 November 2008

Tao=Jalan dalam Kungfu!

Tao dalam Kung Fu

Kung fu adalah keahlian istimewa, sebuah seni yang tidak hanya terbatas pada aspek pertarungan fisik. Bagi budaya timur Kung Fu adalah sebuah seni yang mendalam dan lengkap, yang menyelaraskan pikiran dengan teknik yang dilakukan. Prinsip dari Kung Fu bukanlah hal yang dapat dipelajari seperti ilmu pengetahuan biasa yang dilakukan dengan pembuktian, penelitian ilmiah dan pengjaran formal, Kung Fu harus tumbuh dengan sendirinya dalam jiwa seseorang yang bebas dari keinginan dan emosi. Inti dari Kung Fu adalah pengetahuan tentang Tao, sebuah jalan tentang alam semesta.

Tao memiliki arti yang luas dalam bahasa China, artinya kurang lebih adalah jalan atau cara, meskipun kata Tao memiliki muatan yang jauh lebih luas. Pendiri dari ajaran Tao Lao Tse mengungkapkan tentang Tao sebagai berikut:



“Jalan yang dapat diungkapkan dengan kata-kata tidaklah abadi, nama yang dapat diucapkan bukanlah nama yang abadi. Menjadi tidak bernama adalah sebab dari Surga dan Bumi. Menjadi memiliki nama adalah ibu dari segala hal. Hanya manusia yang bebas dari nafsu yang dapat merenungkan inti spiritualnya. Barang siapa yang terikat oleh keinginan hanya dapat melihat kulit luarnya saja. Kedua aspek ini, spiritual (Yin) dan material (Yang), meski disebutkan dengan nama yang berbeda, sesungguhnya adalah satu dan sama pada mulanya. Kesamaan ini adalah sebuah misteri dari misteri. Hal ini adalah gerbang dari semua yang halus dan indah.”



Tao adalah awal yang tak bernama dari segala hal, prinsip universal yang melandasi segalanya, yang tertinggi, bentuk yang maha agung dan prinsip dari pertumbuhan. Tao merupakan jalan dari kenyataan yang sejati, prinsip di balik semua kehidupan, atau jalan di mana seseorang harus hidup selaras dengan hukum alam semesta. Tao bekerja dalam Yin dan Yang, pasangan kekuatan yang saling mengisi yang berada di dalam dan di balik semua peristiwa.prinsip Yin Yang ini juga dikenal dengan istilah Tai Chi, struktur dasar dari semua aliran Kung Fu. Tai Chi yang berarti maha dahsyat, pertama kali diperkenalkan oleh Chou Chun I sekitar tiga ribu tahun yang lalu.

Prinsip Yang (warna putih) mewakili aspek positif, kekuatan, maskulin, fisik, terang, siang, panas dan seterusnya. Prisip Yin (warna hitam) adalah kebalikannya, mewakili aspek negatif, feminim, roh, gelap, malam, dingin dan seterusnya. Teori dasar dari Tai Chi adalah tidak ada segala sesuatu yang tetap dan tak berubah. Ketika aktivitas (Yang) mencapai suatu titik ekstrim, ia akan berubah menjadi inaktivitas (Yin), dan begitu juga sebaliknya. Hal ini memperlihatkan bahwa meski kedua aspek Yin dan Yang nampaknya saling berlawan, pada kenyataannya mereka saling bergantung dan melengkapi.

Penerapan prinsip Yin dan Yang dalam Kung Fu diungkapkan dalam hukum keharmonisan. Hukum ini mengharuskan sesesorang berada dalam suatu harmonisasi, bukan dalam bentuk pertentangan, dengan kekuatan yang berlawanan. Hal ini berarti seseorang tidak boleh melakukan sesuatu yang tidak alami, yang terpenting adalah tidak menahan dalam segala situasi. Ketika lawan menyerang dengan kekuatan (Yang), kita tidak melawannya dengan kekuatan pula, yang akan menjadi pertentangan, tetapi dengan menerima serangan dengan kelembutan hingga serangan itu mencapai titik hilang kekuatan (Yin), maka kita baru bisa membalasnya dengan kekuatan (Yang). Dalam proses ini kita tidak melakukan hal yang tidak alami, tetapi menrima serangan dengan harmonisasi dan berkesinambungan tanpa menahan atau menentang.

Pemikiran ini berhubungan dengan hukum yang sangat erat kaitannya, hukum untuk tidak mengintervensi alam, yang mengajarkan praktisi Kung Fu untuk melupakan dirinya sendiri dan mengikuti kekuatan lawan daripada dirinya sendiri, tidak bergerak mendahului melainkan merespon gerakan lawan dengan cara yang tepat. Dasar dari pemikiran ini adalah mengalahkan lawan dengan menerima serangannya dan menggunakan kekuatannya sendiri untuk mengalahkannya. Itulah sebabnya seorang praktisi Kung Fu tidak pernah secara frontal menghadapi lawannya dengan kekuatan. Ketika diserang ia tidak akan menentang, tetapi mengontrol serangan tersebut dengan mengikutinya. Hal ini menggambarkan prinsip dari tidak menentang dan tidak melawan, yang ditemukan berdasarkan batang pohon yang kaku patah di bawah tekanan berat bobot salju, sedangkan ranting yang kecil dan lembut dapat tetap bertahan. Konfucius menerangkan dalam I Ching, berdiri tegak dalam aliran sungai adalah bertentangan dengan alam, seseorang harus mengikuti dan mengalir dengan arusnya. Dalam Tao Te Ching, kitab dari ajaran Tao, Lao Tse menunjukkan tentang nilai berharga dari sebuah kelembutan. Berlawanan dengan pendapat umum, prinsip Yin, kelembutan dan kelenturan, dihubungkan dengan kehidupan dan ketahanan. Karena seseorang dapat menerima, ia dapat selamat dan bertahan hidup. Sebaliknya, prinsip Yang, yang dianggap sebagai kekuatan dan kekerasan, membuat seserang hancur di bawah tekanan.

Orang yang hidup, lentur dan lembut, dalam kematian orang menjadi kaku dan keras. Pohon yang lemah dan kecil (rumput dan ilalang) bertahan hidup, pohon yang besar dan keras sangat mudah dipotong oleh ketajaman kampak. Mereka yang kuat dan hebat terguling dari tempatnya, mereka yang menerima dan lembut bangkit di atas semuanya.

Semua gerakan dalam Kung Fu sangat erat berhubungan dengan gerakan dari pikiran. Sesungguhnya, pikiran dilatih untuk mengarahkan dan mengatur gerakan tubuh. Pikiran mengarahkan dan tubuh bergerak, sangatlah penting untuk mengontrol pikiran dan ini bukanlah tugas yang mudah. Beberapa hambatan emosional akan merintangi latihan ini, semua bentuk dari konflik, ketegangan, kekacauan, emosi akan mengganggu irama alami dan kekuatan pikiran seseorang.

Untuk melakukan teknik yang benar dalam Kung Fu, kelenturan fisik diperlukan dan dilanjutkan dengan kelenturan mental dan spiritual, agar dapat membuat pikiran tidak saja cerdas tetapi juga bebas. Untuk mencapai semua ini seorang praktisi Kung Fu harus senantiasa dalam keadaan tenang dan damai. Tingkat yang harus dikuasai adalah keadaan pikiran yang hampa (Wu Shin), maksud pikiran hampa berbeda dengan pikiran kosong. Pikiran hampa bukan seperti orang yang melamun tetapi pikiran yang bebas tanpa dipengaruhi oleh suatu apa pun. Pikiran hampa adalah keadaan yang sama dengan meditasi, di mana seseorang tidak lagi dikuasai oleh egonya sendiri. Jadi definisi pikiran hampa adalah sebuah keadaan yang menguasai keseluruhan, bebas dari segala hal dan tidak dapat dipengaruhi. Pikiran ini bagaikan sungai yang mengalir tanpa keharusan untuk berhenti.

Oleh sebab itu, dalam Kung Fu berkonsentrasi tidaklah sama dengan konsep konsentrasi awam yang terfokus pada satu titik saja. Konsentrasi dalam Kung Fu adalah kesadaran akan keseluruhan lingkungan dan sekitarnya. Seorang praktisi Kung Fu tidak berfokus pada beberapa teknik yang akan dia lakukan atau pada bagian tubuh lawan yang akan ia serang. Hal ini akan sangat berpengaruh saat seseorang di hadapkan pada lawan yang banyak. Dalam hal menghadapi banyak lawan seseorang tidak boleh terpaku pada satu lawan saja, ia harus mengalir bebas, berubah sesuai dengan keadaan, tanpa berhenti atau tertahan.

Pikiran hadir di mana saja, pikiran tidak bergantung atau terfokus pada obyek tertentu. Meski pun pikiran berhubungan dengan sesuatu, ia tetap tidak terpengaruh dan selalu siap untuk mengalir lagi. Pikiran yang bebas memiliki kekuatan yang tak terbatas, dan dapat menerima segalanya karena pikiran itu kosong. Pikiran yang kosong dapat dikatakan juga sebagai sebuah kesadaran tanpa pemikiran.

Seorang praktisi Kung fu bertujuan untuk mengharmoniskan dirinya dengan lawan. Harmonisasi dengan lawan tidak dapat dicapai dengan adanya penggunaan tenaga yang akan menghasilkan reaksi perlawanan. Harmonisasi dapat dicapai dengan menerima kekuatan serangan lawan.seorang praktisi Kung fu hanya mengikuti aliran kekuatan lawannya dan tidak memotong dengan gerakannya sendiri. Seseorang harus meninggalkan semua ego yang ada untuk dapat menjadi satu dengan lawannya. Di dalam pikiran, lawan yang menyerang menjadi bagian dari kerjasama untuk melaksanakan teknik. Ketika ego pribadinya dan kesadarannya menghasilkan kekuatan yang bukan berasal dari dirinya, orang tersebut akan mencapai kondisi tidak bertindak (Wu Wei). Wu Wei bukan berarti tidak melakukan apa pun, tetapi sebuah sikap untuk mempercayai kekuatan pikiran seseorang untuk bekerja dengan sendirinya. Ir. Sugiarto

Jurus utama kuil Shaolin Henan China!

Two prominent publications about Shaolin were published in 2007, including the first ever photo documentary on the temple entitled Shaolin: Temple of Zen, published by the non-profit Aperture Foundation, featuring the photos of National Geographic photographer Justin Guariglia. The Shaolin Abbot, Shi Yong Xin, has written the foreword attesting the authenticity of the project. These became the first photographs seen of monks practicing classical kung fu inside the temple. American author Matthew Polly, also has written a book recounting his story of his two years living, studying, and performing with the Shaolin monks in China in the early 1990s. A third, more academic book, is to be published by the Israeli Shaolin scholar Meier Shahar in 2008 about the history of the Shaolin Temple.

While some of these are clear commercial exploitation of the Shaolin Temple and its legends, they have helped make Shaolin a household name around the world, and kept the temple alive in the minds of many young generations. To date, no other temple in the world has achieved such wide spread recognition.

List of styles presently taught at the temple


* Xiao Hong Quan - Small flood fist
* Da Hong Quan - Big flood fist
* Tong Bei Quan - Through the back fist
* Liu He Quan - Six harmonies fist
* Taizu Chang Quan - Emperor Taizu's long fist( this refers particularly to the 1st Emperor of Sung dynasty who was a military commander)
* Qixing Quan - Seven star fist
* Da Pao Quan - Big cannon fist
* Xiao Pao Quan - Small cannon fist
* Chang Hu Xin Yi Men - Forever preserve the heart-mind link/door
* Meihuaquan - Plum flower fist
* Luohan Quan - Arhat fist
* Tongzigong - Shaolin child training
* Dan Dao - Single sabre technique
* Long – Dragon technique
* Qi Lu Quan - Eight animal fist

Special Shaolin Training Methods

* 72 Shaolin Arts[22] - An encyclopedia of Shaolin arts compiled in the 1930's with the general approval of the then-current Shaolin Abbot, in order to save esoteric training methods in what were to become troubled and chaotic political times. After the cultural revolution, outside of personal knowledge of the hiding Shaolin warrior monks in nearby villages, this was among a series of similar books compiled in order to save the secret teachings from extinction. Thought in contemporary Chinese popular culture almost to be a joke, they are in fact legitimate writings from the 1930's, compiled by historical students of master Shaolin Temple warrior monks.

Selasa, 30 September 2008

Beladiri olahraga yang paling efektif!

Keuntungan belajar beladiri adalah:
-Tidak memerlukan ruangan/tempat latihan yang luas ibarat kata ruangan luas semeter pun anda dapat berlatih.
-Anda sendiri yang menentukan waktu, lama latihan, jenis latihan, program laihan, untuk apa berlatih dan penyesuaiannya dengan situasi kondisi. Tentunya hal ini bisa dilakuakn setelah anda mahir beladiri.
-Latihan Beladiri melemaskan, melenturkan dan menguatkan tubuh dan strukur badan anda.
-Latihan Beladiri menyehatkan fisik, organ dalam dan rohani.
-Latihan beladiri membuat logika anda jalan akibat dari perubahan tehnik dalam bertarung dan latihan menghafal dan mengubah jurus.
-Latihan beladiri bisa dilakukan untuk sosialisasi dengan rekan baru atau bahkan bisa untuk mengembangkan karir.
-Latihan beladiri bagi orang yang sibuk bisa dilakukan seiap hari ditempat seadanya tanpa alat latihan.
-Beladiri berguna untuk menjaga diri anda dari korban kejahaan, pelecehan dan kecelakaan.
-Beladiri memperkuat nafas anda stamina dan energi anda.
-Beladiri menghasilkan kewibawaan, kharisma dan kebijaksanaan.
-Beladiri dapat membawa anda ke tangga juara beladiri atau olah raga lain.

intinya beladiri adalah inti dari olahraga paling efisien dan efekif dibanding olahraga lain. Carilah beladiri yang sesuai dengan karakter anda gelutilah dan jadilah ahli.

Minggu, 10 Agustus 2008

Menemukan Kungfu yang terkuat.

Beladiri Kungfu adalah beladiri tertua, didalamnya terkandung filosofi dan tehnik puluha generasi para pendekar, Beruntunglah anda di generasi sekarang karena anda menerima ilmu beladiri hasil pendalaman mahaguru/pendekar dari puluhan generasi.

Sayangnya begitu banyak orang yang menyembunyikan kungfu level tinggi yang dimilikinya dan hanya menurunkan kungfu level rendah kepada generasi sekarang, sehingga orang awam hanya belajar cangkangnya bukan intinya.

Dibawah ini adalah beberapa faktor yang menentukan bahwa kungfu yang anda pelajari adalah intinya kungfu tersebut atau bukan cangkangnya.

Berlatih kungfu yang benar
1. Kungfu menekankan pada kuda kuda/Bhesi sebagai nyawa beladiri, kungfu yang benar diajarkan dengan melatih jurus panjang dan jurus pendek tunggal, untuk pemantaban kuda kuda. Melatih kuda2 dibutuhkan minimal 3 tahun pertama berlatih hanya berlatih kuda2 dan jurus pendek tunggal. Membuktikan kokohnya kuda2 adalah perubahan struktur kaki menjadi lebih kuat dan berisi. Belajar dasar kungfu tanpa memperdulikan kuda2 adalah fatal.

2. Sedari awal berlatih maksimal 3 tahun pertama anda melatih pernafasan(tarik tahan lepas)yang dilakukan bersamaan dengan latihan kuda kuda atau jurus pendek. Anda akan belajar jurus panjang utama setelah chi di dantien anda penuh dan siap meledak bisa terjadi dalam 3 tahun, 5 tahun bahkan 10 tahun.

3. Setelah tahap dasar selesai dan anda begitu merasa kuat dan siap ditempa maka anda dilatih jurus panjang dan diajarkan bagaimana mengeluarkan chi anda, ditahap ini anda akan belajar menggunakan jurus pendek anda sebagai tehnik yang diulang ribuan kali. Anda kan mempelajari gerakan defensif ketahanan badan, pengerasan lengan, penguatan baku tangan, kaki dengan berbagai olah badan dan pengolahan jurus. disini anda mulai berlatih jurus panjang.

4. Anda bergerak ketahap ketiga, disini anda belajar mengeluarkan dan meledakkan chi anda, belajar menggunakan tenaga ulir di badan, pinggang, pantat, pundak, lengan mengatur pernafasan sehingga irama gerak dan nafas bersatu, anda mendalami jurus panjang dan memecahkan sendiri menjadi jurus2 pendek. Anda mengenal dan memahami struktur badan anda sendiri dan menggunakannya dalam latihan berpasangan serta berlaih menggunakan seluruh badan anda sebagai serangan dan pertahanan, anda mulai berlatih dengan tangan dan kaki dengan serangan membentur, menggebrak, menahan, menekan, menabrak, menggempur. Silat luar anda sudah luar biasa dan anda sudah biasa dan mudah dalam bertempur dan berkelahi.Tahap ini diakhiri hingga tubuh anda menjadi sekuat batu.

5. Sesudah badan anda telah ditempa dan kuat serta pukulan dan tendangan anda mempunyai serangan ledakan dan anda bisa mengeluarkan tenaga anda dengan mudah maka anda siap untuk berlatih bagaimana mementahkan serangan lawan dengan berlatih tekanan tangan pada teman berlatih(seperti tuishou/lian shou dsb. Anda berlatih feeling dengan mengaktifkan tenaga pernafasan dengan pikiran anda dilakukan dengan sifat melekat dan merasakan aliran tenaga sendiri dan lawan, anda melemaskan dan melenturkan tubuh anda dan akan memahami disaat anda meruntuhkan kekuatan anda disitu ada energi tersembunyi yang luar biasa. tahap ini adalah yang terlama anda bisa menguasainya 3 tahun bahkan 20 tahun. tidak ada batasnya semakin dilatih semakin baik. ditahap ini siapa yang paling murni yang paling tekun dan yang paling cerdas akan membuktikan sendiri bagaimana kungfu menjadi dirinya sendiri.

6. pada akhirnya anda akan menguasai semua jurus yang anda kuasai setelah apa yang anda pelajari menjadi tidak berbentukdisitulah kungfu anda mencapai tahap tertinggi, semakin murni diri anda semakin sederhana gerakan anda dan semakin tidak berbentuk, perbedaan satu nafas saja orang yang mencapai tahap ini bedanya dengan praktisi kungfu biasa adalah jauhnya bagai langit dan bumi.Tahap ini adalah tahap spiritual. yang paling hebat kungfunya adalah yang paling sadar.
sehebat apapun dan sekuat apapun anda serta selama apapun anda jika anda masih berbentuk maa anda bisa dihancurkan dengan mudah.
kungfu mengubah anda dari tidak berbentuk menjadi berbentuk dan akhirnya kembali tidak berbentuk dengan kungfu/konfu yang baru yang mengakibatkan anda lebih murni.

Keenam uraian tadi tidak harus berurutan....tapi intinya kungfu yang benar adalah anda mempelajari seluruhnya isi tubuh anda step by step, menghimpun dan mengumpulkan chi anda, meledakkannya dan memupuknya..tidak ada yang instan.

Sabtu, 26 Juli 2008

Pembedaan Kungfu

Wushu tradisional=kungfu seringkali dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu eksternal dan internal. Kelompok external mempunyai ciri-ciri ‘keras’ seperti misalnya Shao Lin Chuan. Sedangkan kelompok internal mempunyai ciri-ciri ‘lembut’ misalnya Tai Chi Chuan.

Pembedaan ini berhubungan erat dengan pengolahan dan penggunaan energi (Chi) yang merupakan ‘isi’ dari gerakan dan pukulan. (Baca: Chi Kung).

Sebenarnya aliran dalam Kungfu/Wushu sangat banyak, namun secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa kategori antara lain:

1. Berdasarkan Letak Geografis:
Aliran Utara misalnya Shantung
Aliran Selatan misalnya Hokkian

2. Berdasarkan Partai Persilatan:
Bu Tong Pay / Wu Tang Pay
Go Bi Pay / O Mei Pay
Siao Lim Pay / Shao Lin Pay

3. Berdasarkan Jenis Beladirinya.
Tai Chi Chuan
Pa Kwa Chang
Hsing Yi Chuan
Wing Chun
Bajiquan

Kesemua aliran diatas biasa disebut Wushu Tradisional=Kungfu, variasinya sangatlah. Barulah pada tahun 1960 Wushu dibakukan dimana materinya merupakan gabungan dari berbagai jenis Wushu Tradisional, maka terciptalah Modern Wushu seperti yang kini kita kenal.