Tampilkan postingan dengan label Jenis Kung Fu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Kung Fu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2008

XING YI CHUAN

XING YI CHUAN (hsing i quan)

Definisi: Xing Yi adalah sebuah Martial Art (MA) yang dapat digunakan dalam real-world environment (bukan di dalam ring/kompetisi). Salah satu pandang sudut bertarung dengan Xing Yi adalah menyerang terus menerus menembus musuh. Jarang berkelit dan mundur tidak diperbolehkan. Xing Yi adalah salah satu dari tiga besar Internal Chinese MA (dua yang lain adalah Bagua dan Taiji).

Karakteristik: Sistem ini berdasarkan berbagai konsep yang sudah ada di kultur Cina ribuan tahun lalu. Semua dasar-dasar Xing Yi boleh dibilang scientific, dan tidak ada hal yang mistik. Sistem ini menggunakan tenaga yang dapat disebut "Internal Power" (tenaga dalam, tapi bukan seperti yang sering digambarkan di film-film silat). Tenaga ini dapat juga disebut "Whole Body Power" atau "Connected Power"

1. Connected Power - Adalah tenaga yang didapat dengan menggunakan postur tubuh yang baik. Dalam setiap gerakan/serangan yang diperbuat, ada beberapa bagian tubuh yang diperhatikan untuk mengerjakan serangan tersebut. Untuk menggunakan "Connected Power", petarung tersebut harus mengerti semua rantaian otot dan tulang dalam tubuh yang dapat digunakan agar serangan tersebut dapat tenaga maksimal.

2. Internal Power - Adalah penggunaan niat untuk menuntun qi/chi. Menurut adat Cina, qi adalah tenaga yang disalurkan melalui saluran-saluran yang disebut "Jing Luo" (coba kalo ke Akupuntur, cari gambar tubuh manusia). Dengan menggunakan Connected Power dan Internal Power, sang petarung akan benar-benar memaksimalkan potensi tenaganya. Harap pembaca jangan mengartikan qi ini sebagai sesuatu yang mystik/supernatural.


Latihan di Xing Yi


1. Meditasi - Banyak gunanya. Pada awal, fokus diberikan untuk melatih mental, dan badan. Meditasi dilatih dengan kuda-kuda San Ti Shi (Kuda-kuda 3 Tenaga). Disini pelajar diperkenalkan dengan dasar-dasar gerakan tubuh dan postur tubuh yang ideal.

2. Pernapasan - Disini pelajar berlatih dengan sistem pernapasan yang khusus.

3. Langkah - Pelajar Xing Yi harus fasih di beberapa formasi langkah. Pelajar berlatih untuk melangkah dengan kecepatan, ketepatan, stabil, balance, dan bertenaga.

4. 5 Elements - Dasar prnsip Xing Yi adalah 5 element dari kultur Cina - Besi, Kayu, Air, Api, dan Tanah. Setiap element memiliki gerakan tersendiri yang menggambarkan element tersebut.

5. Latihan Form - Setelah pelajar diperkenalkan dengan gerakan-gerakan yang berdasarkan 5 element diatas, sang pelajar diharuskan berlatih jurus-jurus tersebut untuk mengaplikasi prinsip-prinsip diatas dengan lancar.

6. Latihan 2 Orang - Setelah sang pelajar fasih untuk menggunakan 5 gerakan diatas, kini dia akan belajar untuk menggunakan tenaga/jurus tersebut terhadap lawan. Awalnya secara kooperatif, lalu dengan bebas. Dasar serangan dan pertahanan dipelajari disini. Postur tubuh akan sangat ditekankan untuk menggunakan CP dan IP.

7. 12 Binatang - Pada tahap atas, Xing Yi juga memiliki set-set lain, yang sering dipanggil 12 binatang. Seluruh 12 set tersebut akan berdasarkan 5 element diatas. Naga, Macan, Monyet, Kuda, Kadal Air, Ayam, Elang, Walet, Ular, Phoenix, dan Gabungan Elang dan Beruang.

8. Dorong Tangan (Push Hands) dan Sparring Bebas - Untuk mengaplikasikan semua yang telah dipelajari, pelajar xingyi juga akan berlatih dalam pertarungan bebas (no rules).

Seperti MA-MA lainnya, Xing Yi pun banyak memiliki master-master zaman lampau.

Master Guo Yun Shen

GYS pada awalnya hanya belajar 1 jurus, 1 gerakan. Beng Quan adalah salah satu dari 5 element Xing Yi. Gurunya menolak mengajarkan lebih jauh karena sifatnya yang pemarah.

GYS pantang menyerah. Dia berlatih 1 jurus tersebut selama 3 tahun. Karena hasil latihannya yang hebat dan wataknya yang keras, GYS membunuh lawan bertarungnya pada saat duel. Dia divonis penjara 3 tahun.

Didalam penjara, GYS di borgol rantai tetapi dia tidak pernah berhenti berlatih Beng Quan. Dentuman langkahnya terdengar siang maupun malam (Jet Li mencopy cerita ini di film The One pas dia dipenjara diawal film - jurusnya pun sama).

Pas GYS keluar penjara, ilmunya lebih tinggi daripada sebelum dia masuk. Wataknya menjadi lebih sabar, dan gurunya pun akhirnya mau melatih dia di sisa 4 element lainnya. Begitu tinggi ilmunya hingga dia merasa 12 binatang tidak diperlukan kalau 5 elements dikuasai sesungguhnya.

San Ti Shi - Fondasi awal Xing Yi

Siapa pun yang belajar Xing Yi, langkah awal pasti selalu dimulai dari San Ti Shi (3 tenaga). Konsentrasi diberikan pada setiap sudut tubuh, baik dari luar (otot) maupun mental. Posisi ini digunakan oleh pelajar Xing Yi untuk bermeditasi mental sekaligus melatih badan agar otot-otot yang diperlukan oleh Xing Yi akan terlatih.

Kepala
Kepala sedikit diangkat, dan dagu di dekatkan di leher. Salah satu 'shortcut' untuk memposisikan kepala dengan tepat adalah untuk menempelkan belakang leher ke kerah baju, dengan dagu ditarik mendekati leher. Mata harus lurus and level kedepan. Lidah di tekuk sedikit keatas menyentuh langit-langit mulut. Tutup mata, dan dengarkan belakangmu untuk membantu mental untuk relax. Lemaskan otot leher, tenangkan pikiran, dan dengarkan belakang.

Badan
Berat badan harus diletakan tepat ditengah (tidak miring ke kiri atau kanan). Lemaskan pundak (kalau pundak yang lemas harusnya sedikit turun) dan lengkukan dada (sedikit concave). Pinggang dan pantat harus lemas, dan ada rasa sedikit turun tenggelam.

Lengan dan Tangan
Lengan harus lemas dengan sedikit melengkung (tidak lurus). Jari sedikit melengkung juga agar tidak tegang. Siku-siku turun, mendekati tulang iga.

Kaki
Dengkul pun tidak lurus. Tidak bengkok sepenuhnya seperti kuda-kuda karate, tetapi mungkin hanya turun 20%. Kaki depan, dengkul depan, tangan depan, dan kepala semuanya harus membuat garis lurus dari atas ke bawah. Berat badan ditaruh lebih ke kaki belakang daripada di kaki depan. Distribusinya sekitar 70% belakang 30% depan.

Keseluruhannya
Lemaskan badan, heningkan pikiran, dan dengarkan belakang.

Waktu latihan
20 menit dengan kaki kiri dibelakang, dan 20 menit dengan kaki kanan didepan. Secara tradisional, pelajar berlatih hanya San Ti Shi saja selama 6 bulan sampai 1 tahun pada awal latihan.

Note: Walau Taiji dan Bagua memiliki kuda-kuda awal yang berbeda, tapi point-point tentang keadaan dalam badan identik (sama persis).

By: wangz i

Sabtu, 08 November 2008

sekilas pandang mengenai taichi!

Baik di Taiwan, Daratan Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand, Singapura, Malaysia maupun di Indonesia dan juga negara-negara barat seperti Amerika Serikat, istilah Tai Chi Chuan, suatu set atau rutin dalam seni bela diri dan silat, adalah kata yang tidak asing lagi bagi banyak orang.

Di Taiwan, kalau anda bangun pagi-pagi dan tentunya berkesempatan untuk menuju taman-taman yang lebih besar, pasti tidak akan sulit menemukan sekelompok orang berkumpul bersama-sama mempelajari dan mempraktekkan gerakan silat yang sangat terkenal ini. Tidak perlu disangkal, Tai Chi Chuan berasal dari Tiongkok. Kata “Tai Chi” pertama kali muncul di catatan kuno di Tiongkok pada Dinasti Zhou. Dalam “Buku Perubahan”, dicatat bahwa : “Di mana ada tai Chi, di sanalah letaknya perdamaian dan keharmonisan antara tenaga positif dan negatif”.


Tai Chi adalah suatu istilah luas yang sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Arti kata yang memperoleh namanya dari implikasi keunggulan ini mengandung makna supremasi, absolute, keekstriman dan keunikan. Dari istilah inilah asalnya istilah “tai Chi Chuan”, yang secara harfiah berarti ilmu silat Tai Chi. Menurut catatan sejarah, Tai Chi Chuan memperoleh namanya ketika seorang master ilmu silat Tiongkok Wang Zong Yue memakai filsafat tenaga negatif dan positif (Yin dan Yang), untuk menerangkan prinsip Chuan , yaitu ilmu silat. Tapi, tentu saja tidak semua ahli sejarah dan ahli ilmu silat Tiongkok setuju dengan catatan kuno ini. Sebenarnya, teori tentang asal-usul Tai Chi Chuan di Tiongkok sangat banyak. Ada yang beranggapan, Tai Chi Chuan diciptakan oleh master Zhang San Feng yang hidup pada Dinasti Song (961-1279), ada pula yang percaya penciptanya adalah Hang Gong Yue dan Cheng Ling Xi dari Dinasti Liang (502-557), tapi ada pula yang mengatakan Tai Chi Chuan diciptakan oleh Xu Xuan Ping atau Li Dao Zi yang hidup pada Dinasti Tang (618-907).

Setiap teori tentang asal-usul Tai Chi Chuan ini tidak mampu dibuktikan kenyataannya berdasarkan catatan sejarah, tapi yang bisa dipastikan, Tai Chi Chuan dipraktekkan dan dipromosikan secara umum oleh keluarga Chen di lembah Chen Jia, yang terletak di Kabupaten Wen Xian di Provinsi Henan. Koreografer pertama Tai Chi Chuan adalah Chen Wang Ling, seorang sastrawan yang juga merupakan ahli ilmu silat dari keluarga tersebut yang hidup pada Dinasti Ming.

Chen menggabungkan pengetahuannya tentang latihan psikologis kuno, teori “Yin dan Yang” yang dicatat dalam “Buku Perubahan”, konsep pengaliran nafas, darah dan energi dalam tubuh manusia berdasarkan pengGaleri etahuan pengobatan Tiongkok, serta ilmu silat Wu Shu secara umum, menjadi suatu set gerakan silat, yang akhirnya terkenal dengan sebutun “Tai Chi Chuan”.

Setelah tersebar luas selama bertahun-tahun, banyak gaya bau Tai Chi Chuan diciptakan oleh ahli-ahli dari daerah berlainan. Ada lima gaya yang pada umumnya dianggap paling popular, masing-masing adalah : Gaya Chen, Gaya Yang, Gaya Wu, Gaya Wu Yu Xiang dan Gaya Sun. Meskipun berbeda dalam bentuk maupun gaya, semua gaya maupun rutin Tai Chi Chuan membutuhkan pemprakteknya untuk menenangkan hati, bersantai namun pada saat yang sama berkonsentrasi.

Menurur teori Tai Chi Chuan, tulang belakang adalah unsur paling penting dalam gerakan tubuh manusia, maka semua tenaga dan energi hendaknya bersumber dari tulang belakang dan pinggang sebelum tiba di tangan dan kaki. Gerakan Tai Chi Chuan harus dilaksanakan secara perlahan-lahan, lemah lembut dan terus-menerus, tapi kelemahan tidak berarti tanpa kekuatan.

Pada saat yang sama, teori Tai Chi Chuan sangat mengutamakan perbedaan antara hal-hal yang substansial dan non-substansial. Maka, bernafas secara teratur juga hal penting ketika mempraktekkan Tai Chi Chuan, dan tenaga maupun energi internal dalam tubuh manusia hendaknya dikeluarkan melalui gerakan eksternal.

Pada zaman modern ini, banyak buku kuno tentang Tai Chi Chuan yang bisa anda temukan. Di antaranya yang paling dihargai adalah buku “Tentang Tai Chi Chuan” yang dikarang oleh pemrakarsanya sendiri, yaitu Wang Zong Yue. Selain itu, juga bisa ditemukan banyak buku penting lain, yang selama ratusan ini telah menyumbang banyak bagi perkembangan Tai Chi Chuan.

Beberapa belakangan tahun yang lalu, Tai Chi Chuan sudah tersebar luar ke luar Tiongkok. Pertama-tama ke negara-negara tetangga Tiongkok di Asia, lalu kemudian ke negara-negara barat di Amerika, Eropa dan Australia. Untuk itu, juga tidak sulit bagi orang asing untuk menemukan buku atau catatan tentang Tai Chi Chuan dalam bahasanya sendiri.

Nah, pada saat ini anda mungkin bertanya, apa sih fungsi sebenarnya dari Tai Chi Chuan..?
Apakah benar bermakna positif bagi kesehatan pemprakteknya…?

Menurut teori yang umum dipercaya, Tai Chi Chuan bisa memperbaiki kondisi kesehatan manusia dan menyembuhkan penyakit. Ini telah dibuktikan oleh ahli sains dari dunia barat, Karena tai Chi Chuan bisa menimbulkan efek positif terhadap pengaliran darah dalam tubuh manusia, terutama pengaliran darah di bagian kepala dan otak. Ketika sistem sirkulasi darah menjadi lancer, maka seseorang akan menjadi lebih sehat.

Jumat, 07 November 2008

Kungfu Xing yi quan

Xing Yi Quan (Hsing Yi Ch'uan, Hsing I chuan) adalah salah satu ilmu beladiri kuno yang berkembang di cina dan terbukti sangat efektif penggunaannya dalam real fight situation. Karakternya cenderung aggressive dan menghasilkan power yang bersifat explosive. Salah satu film Jet Li yang berjudul the one, menggunakan ilmu ini dalam adegan pertarungannya.

Asal-usul dari ilmu ini menurut legenda berasal dari jenderal besar terkenal di cina: Yue Fei (1103-1141) dari dinasti Sung. Tapi tidak ada bukti sejarah yang kuat mengenai hal itu. Informasi sejarah yang bisa dipercaya menyebutkan bahwa ilmu ini berasal dari catatan ilmu silatnya jenderal Yu Fei yang dipelajari oleh Ji Long Feng (dikenal juga sebagai Ji Jike) dari propinsi Shanxi dan dikembangkan sesuai dengan pengetahuannya sehingga menghasilkan ilmu ini yang pada awalnya disebut liuhe quan, xinyi quan, yi quan, atau xinyi liuhe quan.


Xin : pikiran, hati

Xing : bentuk

Yi : kehendak

Liuhe : 6 harmoni

Enam harmoni ini meliputi : pikiran, bentuk, kekuatan kehendak/kemauan, kekuatan luar, kekuatan dalam, dan energy intrinsic.



Ji Long Feng adalah seorang ahli tombak yang konon mendapatkan julukan sebagai dewa tombak. Keahliannya sangat tinggi, bahkan menurut catatan legenda beliau bisa memotong lalat di atas kertas tanpa merusakkan kertasnya.

Ji Longfeng adalah seorang muslim dan juga seorang pahlawan cina yang menentang pemerintahan dinasti qi’ng bangsa Manchuria. Karena itulah beliau pergi ke kuil shaolin di henan sebagai pusat berkumpulnya para pendekar yang menentang kekuasaan qing. Beliau tinggal di kuil shaolin sekitar 10 tahun dan saling bertukar ilmu dengan para biksu di biara tersebut yang memang sangat terkenal akan keahlian ilmu silatnya. Selama tinggal di kuil tersebut itulah xinyi liuhe quan tercipta. Kemudian beliau mengajarkannya kepada para biksu di shaolin dan kemudian ilmu ini berkembang dengan nama xinyiba shaolin- salah satu ilmu tertinggi di kuil tersebut yang sangat terkenal sampai sekarang. Beliau juga mengajarkan kepada murid-muridnya yang kemudian berkembang di propinsi shanxi, henan, hebei, dan juga keluarga Dai ( keturunan Dai Longbang ).

Di propinsi henan, rahasia ilmu ini diwariskan kepada suku hui yang beragama Islam dan sampai sekarang masih terjaga sebagai ilmu warisan turun temurun disana dan disebut xinyi liuhe quan. Di propinsi shanxi dan hebei ilmu ini berkembang dengan nama xingyi quan yang membagi ilmu ini dalam konsep wu xing (5 elements) dan spirit dari 12 hewan. Masing-masing dari xinyi liuhe, xinyiba, xingyi, dan xingyi keluarga Dai memiliki karekteristiknya masing-masing, namun pada prinsipnya bersumber pada benang merah yang sama dan memiliki gerakan-gerakan yang sangat mirip.