Senin, 15 Desember 2008

Beladiri untuk Mencari Keselamatan



Beladiri untuk Mencari Keselamatan


Tingkat kejahatan yang terjadi belakangan ini sudah makin tinggi, baik itu dilakukan oleh satu orang atau lebih, di tempat sepi atau ramai, dengan tangan kosong atau senjata. Ilmu beladiri yang sudah dilatih terasa belum cukup untuk menghadapi berbagai kejahatan yang ada. Karena itu meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan kehidupan perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Seseorang yang telah berlatih beladiri mempunyai rasa percaya diri dan keberanian lebih tinggi dibanding dengan orang yang belum belajar beladiri sama sekali. Semakin sering berlatih atau semakin tinggi tingkatan beladiri akan semakin bertambah pula rasa percaya diri seseorang. Hal demikian adalah wajar karena ketika belajar beladiri selain belajar teknik-teknik serangan atau tangkisan, juga dilatih cara menghadapi lawan. Memang semuanya itu akan kembali kepada para pelaku beladiri masing-masing dan juga bergantung pada waktu, tempat, situasi, dan kondisinya.

Menghadapi lawan pada saat latihan atau dalam pertandingan mempunyai nuansa yang berbeda dan mempengaruhi percaya diri dan keberanian seseorang. Apalagi kalau ada suatu kejadian yang sebenarnya, seseorang harus berkelahi atau membela dirinya di luar arena latihan atau pertandingan akan timbul rasa stress, takut atau hilang percaya diri. Bagaimana kejadiannya kalau menghadapi lawan lebih dari satu orang atau lawan membawa senjata tajam ? Suatu jawaban tepat adalah seseorang harus membela dirinya agar selamat dan terhindar dari perkelahian yang dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

Ada suatu nasihat beladiri yaitu “Beladiri yang paling baik adalah mencari keselamatan”. Mungkin kalau diartikan secara mendalam akan mempunyai makna seperti ini beladiri jangan sampai mencelakakan orang, baik itu diri kita sendiri maupun lawan kita. Nasihat ini sangat baik sekali karena apabila diri kita sudah terlibat pada suatu perkelahian bukan tidak mungkin kita atau lawan kita akan mengalami luka, memar bahkan patah, meskipun masing-masing bertujuan untuk membela diri dan mempertahankan kehormatannya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mungkin mengetahui yang akan terjadi pada diri kita. Kebaikan atau keburukan dapat saja menimpa diri kita. Dan apa yang telah kita lakukan belum tentu sesuai dengan keinginan orang lain. Karena itu kita harus berhati-hati dan waspada selalu, dimana saja dan kapan saja.

Proses beladiri untuk mencari keselamatan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu pencegahan, ancaman, dan perkelahian.




Pencegahan

Bertujuan untuk mencegah hal-hal yang dapat mengancam diri kita terlibat pada suatu perkelahian.

Ø Hindari tempat-tempat yang rawan

Tempat gelap, sepi, tertutup atau daerah-daerah yang tidak dipahami bisa dikategorikan tempat-tempat yang harus dihindari, kalaupun harus melewati tempat tersebut sebaiknya diantar atau ditemani oleh seseorang yang sudah kita kenal atau petugas keamanan.

Ø Jangan berjalan seorang diri

Terutama pada orang yang kurang percaya diri, penakut, wanita, atau anak-anak. Umumnya yang banyak menjadi sasaran adalah wanita dan anak-anak.

Ø Jangan memperlihatkan kemewahan

Jangan memancing orang untuk dapat berbuat kejahatan karena melihat perhiasan atau perlengkapan yang berlebihan, misalnya memakai kalung, gelang, jam tangan atau bahkan handphone yang diletakkan di pinggang dan terlihat oleh orang lain.

Ø Berbicaralah selalu dengan sopan

Hindari kata-kata yang dapat membuat orang lain menjadi tersinggung. Harus dapat mengontrol kata-kata yang kita ucapkan dan juga harus diperhatikan kepada siapa kita sedang berbicara. Terhadap orang yang sudah dikenal kita harus berbicara dengan sopan apalagi terhadap orang yang baru dikenal atau tidak kita kenal sama sekali.

Ø Jangan bertingkah laku berlebihan

Sombong, jahil, centil, atau perbuatan lainnya yang memang tidak patut dilakukan. Berbuatlah yang sewajarnya sesuai dengan kemampuan dan tata tertib yang berlaku di lingkungannya.

Ø Perbanyaklah kawan

Seperti dalam nasihat “Musuh satu terasa banyak, kawan 1000 terasa kurang”. Memang benar, kalau kita mempunyai banyak kawan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kita akan merasa tenang, akan tetapi jika kita mempunyai musuh, kita akan merasakan kehidupan menjadi sempit dan menjadi tidak tenang. Carilah dan perbanyaklah kawan dan tentunya adalah kawan yang baik.

Ø Gunakan pakaian yang sopan

Pakaian yang berlebihan dan berkesan mewah atau pakaian yang sexy jika digunakan bukan pada tempatnya akan memancing orang lain untuk berbuat jahat. Pakaian yang merangsang yang sering dipakai wanita pada keramaian akan menimbulkan tindak kejahatan pemerkosaan.


Ancaman

Apabila ancaman telah terjadi pada diri kita, berbuatlah dan berusahalah agar tetap menjaga agar jangan sampai terjadi bentrokan fisik.

Ø Beralasan dengan berdalih sesuatu

Berusahalah agar untuk mempengaruhi lawan dengan keterangan atau alasan yang diucapkan dengan percaya diri. Seperti apabila seseorang akan diperkosa, katakanlah “Saya lagi datang bulan”. Atau jika terjadi penodongan jelaskanlah “Saya tidak berjalan sendirian” , “Ini bukan perhiasan asli”, “Saya tidak mempunyai apa-apa”. Semuanya ini bertujuan untuk menggugah perasaan dan juga untuk mengacaukan konsentrasi lawan. Perlu diperhitungkan juga langkah yang harus kita lakukan selanjutnya.

Ø Berteriak untuk minta pertolongan

“Tolong….Tolong…!”, teriakan ini akan membuat lawan menjadi kaget dan mengundang orang untuk menuju ke tempat asal teriakan tersebut. Harus diwaspadai karena teriakan ini dapat membuat lawan menjadi lebih bermata gelap dan akan berbuat nekat.

Ø Berteriak untuk mengalihkan perhatian

Teriak sambil menunjuk “Awas api, kebakaran !” atau “Polisi !”, kejutan ini membuat lawan menjadi panik dan ikut melihat ke arah tempat yang kita tunjuk. Konsentrasi dan perhatian lawan menjadi kacau sehingga ancaman menjadi mengendur. Segeralah bertindak cepat untuk menyelamatkan diri.

Ø Berlari

Berlari secepat-cepatnya untuk mencari perlindungan.

Ø Mencari perlindungan pada orang yang dikenal atau petugas keamanan

Apabila kita sedang diikuti oleh seseorang yang menurut kita bukan orang baik-baik maka segeralah untuk mencari perlindungan dengan cara menemui petugas keamanan, orang yang menurut kita baik atau orang yang memang sudah kita kenal.

Ø Mencari/membawa ke tempat yang lebih ramai
Umumnya tempat yang sepi lebih berbahaya dibanding dengan tempat yang lebih ramai. Untuk itu apabila kita merasa ada orang yang ingin berbuat jahat segeralah kita menuju tempat yang lebih ramai dan aman. Meskipun demikian kita harus tetap berhati-hati dan waspada karena ada juga orang yang ingin berbuat jahat di tempat yang ramai.


Perkelahian

Perkelahian tidak dapat dihindarkan lagi, hadapilah lawan dengan tetap memperhatikan kewaspadaan, ketenangan, dan percaya diri.

Ø Jangan memberi kesempatan lawan untuk menyerang

Gerakan cepat, tepat, dan kuat untuk melumpuhkan lawan harus kita lakukan terlebih dahulu, sebelum lawan menyerang lebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membuat lawan terkejut, dan apabila serangan kita tepat sasaran akan membuat lawan menjadi lemah. Namun perlu diantisipasi kalau lawan dapat mengelak/menghindar atau serangan kita ternyata tidak tepat sasaran.

Ø Seranglah daerah/titik rawan lawan

Titik rawan merupakan cara untuk melumpuhkan lawan yang cukup efektif, seperti menendang kemaluan, menendang tulang kering, menginjak kaki, menyerang bagian tenggorokan.

Ø Gunakan peralatan yang dibawa

Tas, tongkat, payung, ikat pinggang, atau peralatan lainnya yang sedang kita bawa dapat dijadikan senjata untuk menyerang atau tameng untuk menahan serangan.

Melihat banyaknya kejahatan yang timbul akhir-akhir ini, bukan tidak mungkin segala bentuk usaha menjadi tidak berguna. Tindak kejahatan dengan senjata dan dilakukan oleh lebih dari satu orang sudah menjadi ciri kejahatan masa kini. Dengan belajar beladiri setidak-tidaknya kita sudah mengetahui teknik untuk menyerang dan menahan serangan serta melatih untuk menjadi lebih berani dan meningkatkan percaya diri. Karena itu diperlukan kesiapan mental, fisik yang akan membuat lebih percaya diri. Namun demikian kita tetap harus pasrah kepada yang Maha Kuasa, walaupun sudah berusaha tapi ternyata masih gagal untuk membela diri janganlah merasa kecewa karena semuanya itu sudah ada yang mengatur dan merupakan takdir Tuhan.

Tidak ada komentar: